@ Aku rindu,
Tapi...tak mungkin lagi untuk menyapa,
Aku cinta,
Tapi tak lagi bisa untuk bersama,
Aku ingin,
Tetapi tak lagi bisa untuk mendampingi selalu.
Rindu tak harus dihapus,
Cinta tak harus diubah menjadi benci,
Keinginan...
Tak harus menyakiti diri sendiri.
Bila nama itu masih tertulis di hati,
Biarkan...
Bila rasa itu masih menggetarkan,
Biarkan...
Bila rindu itu masih menggelitik,
Biarkan...
Bila damba itu masih tersimpan nun jauh di lubuk hati,
Biarkan...
Tak bersama,
Bukan berarti harus disingkirkan,
Tak bersama,
Bukan berarti harus dilupakan & dihapus,
Tak bersama,
Bukan berarti harus dibenci.
Sebab...
Bagaimana mungkin “seseorang” yang pernah hadir & mengisi hati,
Dapat dilupakan begitu saja?
Bahkan meskipun kenangan dengannya pahit,
Butuh waktu tuk bisa mengubah hati padanya,
Apalagi kalau kenangannya manis?
Astaga...tertulis rapi direlung hati hahahaha
Bukan...bukan berarti kita terjebak dalam “angan” yang tak berujung,
Bukan...
Ketika diri telah berdamai dengan diri sendiri,
Berjiwa besar menerima apa yang memang harus terjadi,
Berpisah...
Itu akan menolong diri untuk pulih,
Dan...mengendalikan tiap rasa rindu, cinta & damba di hati,
Sehingga,
Meskipun rasa itu masih ada,
Rasa itu tidak menenggelamkan diri dalam perilaku
Menyakiti diri sendiri,
Tetapi...merawat diri, menjaga diri & memagari diri,
Dari rasa “mengasihani diri sendiri” yang berlebihan,
Sehingga...mata hati tertutup untuk melihat sisi lain dari perpisahan itu.
@ Ada rasa kagum padanya...selalu...
Rasa yang masih sama seperti dulu...
Tetapi...setiap kali rasa itu menyapa hati,
Tak lagi menyakiti diri,
Kenapa?
Karena...
Kekaguman & rasa itu telah dibenamkan kedalam DIA,
Dan...kalau “akhirnya” terlupakan itu karena DIA,
Kalau...”masih” ada itupun karena DIA.
Biarkan mengalir seperti air...
Dan...teruslah berjalan...
Sebab...
Cinta...akan selalu menemukan jalannya sendiri,
Jalan...kebahagiaan,
Sebab...memang begitulah hakekat dari cinta,
Membahagiakan bukan menabur derita.
^ku goreskan untuk “dia”^